Kamis, 14 Mei 2009

"JIHAD IBU"

Rasulullah SAW bersabda, ''Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya
dengan jerih payah suami di medan jihad.'' (HR Bukhari dan Muslim). Pada
dasarnya, Islam telah memberikan keistimewaan kepada para istri untuk tetap
berada di rumahnya. Untuk mendapatkan surga-Nya kelak, para istri cukup
berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas. Tetesan keringat mereka di dapur
dinilai sama dengan darah mujahid di medan perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya
berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali
kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi
terbesar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.

Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di
tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat
keuletan dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas
dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan
dipertanggungjawabkan di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
''Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas
kepemimpinannya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah
tangga. Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal
di rumah identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka,
jadilah peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah
tangga yang malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.

Meskipun seorang wanita tidak bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak
akan sia-sia, sebab ia akan menjadi ibu sekaligus pendidik bagi
anak-anaknya. Kebiasaan berpikir ilmiah yang ia dapatkan dari proses belajar
di bangku kuliah itulah yang akan membedakannya dalam mendidik anak. Seorang
ibu memang harus cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus anak tidak
sebatas memberi makan.

Ia harus mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dengan benar, penuh kasih
sayang, kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak
mampu menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang
merusak akal dan akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu
yang cerdas.

Template by Exotic Mommie